Kejujuran yang pedih

Karya M. Akmal Hibatullah

Foto: Wallhere.com

Ayung, kenapa matamu berirama?
Raut bergelombang,
mendung bak awan.

Masih ingatkah
Aku berteriak,
“satu langkah dua jalan”
karsa para pejuang bukan?
Tapi langkahmu terhempas,
Sedang aku memeluk luka.

Yung,
Bukankah bungaku masih berwarna?