Karya Filda G.

Kutorehkan tinta di penghujung senja,
Seakan semesta turut mengelola kata.
Di atas tumpukan batu coklat yang berpenghuni,
Sembari ditemani matahari yang mulai bersembunyi,
Berganti dengan malam yang mulai menyapa.
Tapi, tak seperti dirimu yang abadi dalam jiwa raga.
Nama-mu,
Selalu terapal dalam doa.
Tersimpan suci di dalam hati
Bersemayam tenang, meneduhkan jiwa.
Kau tak kan terganti sepanjang masa.
Bagaimana aku bisa menoleh kepada selain-mu?
Sedang tak kutemui cinta seistimewa dirimu.
Dengan apa aku bisa melupakan-mu?
Sedang mengingat-mu adalah candu.
Alasan apa yang layak untuk berpaling dari-mu?
Sedang tak kutemui perih bila bersama-mu.
Jika cinta itu sebuah kata,
Maka tinta ku sudah lebih dulu habis untuk menceritakan eloknya dirimu.
Jika cinta itu nada,
Maka dengan apa lagi ku senandungkan nama-mu.
Ternyata cinta hanya sebuah rasa.
Ia terpatri, kekal di lubuk kalbu yang paling dalam.