Karya Maulana Thalia S.

Teh ibu sore hari.
Setiap kali anakmu menyeruput,
seketika teras rumah
dipenuhi hijauan bunga, hewan bercengkerama dengan alam,
bidadari berlarian layaknya taman surga.
Teh ibu sore hari.
Dengan setiap uapnya doa,
dengan setiap seruputnya harapan,
dengan setiap tetesnya menenangkan,
dengan segala isinya, cinta.
Teh ibu sore hari.
Ajari anakmu menjadi gula,
menjadikannya manis kehidupan, yang cenderung pahit ini.
Teh ibu sore hari.
Hanya menyisakan ampas,
“Sudah habis” kata anakmu,
Ibu tersenyum menimpalinya,
“Tehnya abadi! sudah menyatu dalam tubuhmu, Le.”