
Setelah berakhirnya masa bakti Dewan Pengurus periode 2018-2020. Tebuireng Center (TC) adakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Dewan Pengurus pada Sabtu, 26 September 2020, di Sekretariat Tebuireng Center (TC), Bawwabat ll, Madinah Nasr.
Terlebih dahulu diadakan Sidang Istimewa (SI) yang mengganti beberapa poin, diantaranya memperpendek masa jabatan kepengurusan TC 2 tahun masa jabatan menjadi 1 tahun dalam satu periode kepengurusan, serta mengganti awal masa kepengurusan pada bulan November menjadi bulan September.

Acara LPJ kali ini dihadiri hampir seluruh warga TC. Ketua Panitia SI & LPJ TC, Fadilah Satriana, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para panitia yang terlibat dalam suksesnya acara ini dan meminta maaf atas banyaknya celah kesalahan yang terjadi pada acara kali ini.
Usai Sidang Istimewa, acara dilanjutkan dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) oleh Ketua dan Dewan Pengurus TC periode 2018-2020. Ada banyak kritikan dan rekomendasi yang masuk, baik itu dari para anggota TC maupun dari Tim Verifikasi.

“Kita semua terlahir sebagai manusia. Artinya kesalahan tidak akan dapat dihindari. Saya meminta maaf kepada teman-teman apabila dalam masa kepengurusan ini banyak hal-hal yang tidak mengena di hati teman-teman sekalian. Terima kasih juga kepada segenap pengurus yang telah sama-sama membantu sampai akhir masa jabatan“, tutur A. Taufiqurahman, Ketua TC 2018-2020, di akhir laporan.
Acara dilanjutkan dengan pemilihan Ketua dan Dewan Pembina TC terbaru. Dalam pemilihan kali ini, warga TC memilih 5 kandidat terkuat yang telah disaring lewat pemilihan online dari 10 kandidat.
Ilham At-Tamimi terpilih sebagai Ketua Baru TC, disusul oleh wakilnya Arga Lumintang. Sedangkan dewan pembina terpilih adalah Luhur Kharisman, Hasna Zakiyah A., A. Taufiqurahman dan Deri Permana.

Dalam sambutannya, Ketua TC anyar, Ilham At-Tamimi, mengingatkan akan pentingnya kerjasama dan kebersamaan dalam organisasi, “Almamater ini dibangun atas asas kekeluargaan. Jadi tolong bantu saya dalam mengemban amanah yang berat ini. Ingatkan saya ketika salah. Karena almamater ini bukan milik saya, tetapi milik kita bersama“.
Acara berlangsung dengan khidmat. Acara ditutup dengan doa oleh bapak penasehat Imam Hendriyadi.

Pewarta: Harbek