
Keluarga Tebuireng Center kembali menggemakan salawat serta mengadakan majelis khatmil Qur’an dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Majelis tersebut berlangsung pada senin, 29 Maret 2021 bertempat di sekretariat Tebuireng Center, Hayyu Asyir, Cairo.
Dimulai dengan khatmil Qur’an pada pukul 05.00 CLT, seluruh warga Tebuireng Center melafalkan juz yang telah dibagikan sebelumnya. Majelis khataman berlangsung hingga menjelang maghrib dan ditutup dengan doa khotmil Qur’an oleh ketua Tebuireng Center, A. Ilham Attamimi.
Dilanjut dengan majelis shalawat seusai shalat maghrib, warga Tebuireng Center bersama-sama melantunkan maulid Simthud Durar dengan khusyuk dan khidmat.
M. Nora Burhanuddin, selaku Penasehat Tebuireng Center turut memberikan mauidhoh hasanah dalam momentum ini. Menurut beliau, peristiwa agung Isra’ Mi’raj adalah mu’jizat dan khasais Nabi Muhammad SAW. yang mana mu’jizat merupakan amrun khoriqun lil adat (sesuatu yang berbeda dari kebiasaan manusia). Kayu di atas air akan mengambang, benda apapun yang bergerak sampai melampaui kecepatan cahaya, ia akan berubah menjadi gelombang, itu semua merupakan hukum fisika dan bagian dari kebiasaan manusia.

Dalam hal mempercayai peristiwa Isra’ Mi’raj, kita tidak akan mampu menggunakan nalar logika dan hukum fisika. Karena peristiwa Isra Mi’raj sendiri memiliki makna perjalanan luar biasa yang nyata bagi jasmani dan rohani Nabi Mumammad SAW. Isra’ Mi’raj sendiri merupakan mu’jizat lain selain Al-Qur’an yang hanya dimiliki Nabi Muhammad SAW. Ditempuh dalam kurun waktu sehari semalam, dengan kecepatan cahaya di bumi. “Buroq yang beliau naiki di sifati dalam sebuah hadits memiliki kecepatan bagaikan ia melangkahkan kakinya diujung pandangan matanya”. Tutur beliau, Ustadz Nora.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ali Al-Ghifari, Ketua Anshor PCINU Mesir dan dilanjutkan dengan serta ramah tamah.
Pewarta: Nailul Husna