Menyebar Manfaat Sesuai Kapasitas

Bermanfaat merupakan hal utama yang diajarkan Nabi SAW. sebagaimana hadits, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” Karena Tuhan tidak akan menciptakan sesuatu tanpa manfaat, seperti alam tidak memiliki sesuatu yang tidak bermanfaat.

Dewasa ini, orang-orang berlomba-lomba menyebar maklumat keagamaan dengan dalih menyebarkan manfaat. Kita mudah mendapatkan berbagai konten keagamaan dari berbagai sumber di internet.

Tidak hanya di dunia maya, di dunia nyata pun juga demikian. Berbagai pamflet dan banner pengajian terserak di jalanan dengan embel-embel ustaz.

Banyak orang yang mengaku ustaz tetapi tidak memiliki ilmu yang cukup dan menyebarkan berbagai maklumat di luar kapasitasnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dewan Penasehat Tebuireng Center dan Wakil Rais Syuriah PCINU Mesir, Faiz Husaini saat memberikan sambutan dalam acara Tahlil 7 Hari wafatnya KH. Ahmad Ngisom di Sekretariat Tebuireng Center, Senin, 9 November 2020.

Orang-orang sekarang ditanya apa saja dijawab semua. Padahal Imam Malik ketika ditanya banyak hal hanya menjawab sebagian,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa Almaghfurlah KH. Ahmad Ngisom mengajarkan kepada santri-santrinya agar hidup bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan kemampuan individu masing-masing.

Menyebar manfaat tidak terbatas mengajar dan berbagi ilmu. Kita bisa memberikan manfaat dengan tenaga, atau juga dengan pikiran-pikiran positif.

Pewarta: Hari Bakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *