
Selain Badan yang tinggi dan brewok lebat, logat Jawa yang kuat menjadi ciri khas dari ketua umum Tebuireng Center (TC). Saya menemuinya di sekretariat TC ketika pria kelahiran Sidoarjo tersebut tengah bersantai. Saya disambut dengan sangat ramah saat menawarkan kesempatan untuk menggali yang bersarang di pikirannya. Dan semua anggota TC pasti tahu kebiasaan yang selalu melekat saat ia berbicara: ia tidak pernah berhenti tertawa untuk hal-hal yang biasa saja.
Sebagai badan otonom pertama dalam organisasi TC, dan masih seumur jagung, Saung Gagasan ingin ikut memeriahkan SPR tahun ini dengan melakukan wawancara kepada ketua TC. Kesempatan ngobrol serius tapi santai ini menghasilkan beberapa nilai yang bisa jadi pegangan dalam berorganisasi, salah satunya “Bahwa pemimpin yang baik bukan dinilai dari seberapa banyak pengikutnya, melainkan seberapa baik dia menyiapkan calon pemimpin-pemimpin berikutnya”.
Berikut wawancara selengkapnya.
Menurut Anda, apa arti sebuah kepemimpinan?
Kepemimpinan dalam organisasi adalah sebuah proses seorang pemimpin mempengaruhi dan memberikan contoh kepada pengikutnya, dalam upaya mencapai tujuan organisasi. (meskipun begitu) Pemimpin yang baik bukan dilihat dari seberapa banyak orang yang menjadi pengikutnya, bukan juga dilihat dari seberapa lama ia memimpin. Pemimpin yang baik dilihat dari seberapa banyak ia mampu menciptakan sosok pemimpin yang baru.
Kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting bagi keberhasilan sebuah organisasi.Untuk itu, ada beberapa sikap kepemimpinan dalam organisasi yang perluditerapkan oleh seorang pemimpin, diantaranya menjalin kedekatan dengan anggotanya, memberikan semangat dan motivasi, memberikan kepercayaan dan tanggung jawab.

Pengalaman aja saja yang Anda dapatkan selama menjabat sebagai Ketum TC?
Banyak sekali, salah satunya mengerti apa arti sebuah kepemimpinan, arti kebersamaan, arti solidaritas, dan sebagainnya.
Apakah aktif berorganisasi membuat nilai akademik berkurang?
Saya tegaskan bahwa aktif berorganisasi tidak membuat nilai akademik seseorang berkurang.
Lalu bagaimana cara Anda menggabungkan organisasi dan akademik dalam satu ikatan?
Secara pastinya, melihat (kemampuan dan batasan) diri sendiri dan pandai mengatur waktu. Teman-teman harus tahu (kapan) waktu buat meningkatkan kualitas diri sendiri dan tahu waktu buat meningkatkan solidaritas antar warga organisasi. Saya kira mengatur waktu adalah hal paling penting di setiap keadaan.
Apa pendapat Anda tentang warga TC saat ini?
Untuk saat ini, saya melihat banyak karakter dan kesibukan yang terjadi di anggota TC. Alhamdulillah masih 50:50, karena masih ada yang sibuk dengan diri sendiri, ada yang tidak sibuk tapi mencoba menyibukkan diri, ada yang sibuk tapi masih menyempatkan untuk main ke TC, terlebih lagi ada yang masih stay mempertahankan kesolidan organisasi TC. Dan saya kira dua golongan terakhir yang membuat oraganisasi ini masih terus aktif.
Pemimpin apa yang dibutuhan TC saat ini? Bagaimana dengan nama-nama yang sudah muncul di bursa calon?
Pastinya pemimpin yang amanah, tulus hati untuk ngurip-ngurip TC, terlebih bisa menjalin komunikasi secara kontinyu dengan alumni, senior, pengurus, serta warga-warga TC.
Satu lagi, ia harus bias menjalin silaturahmi antar almamater, afiliasi, dan organisasi-oraganisasi lain yang ada di Masisir.
Menurut saya, kemunculan nama-nama calon tersebut adalah wajah baru untuk masa depan TC yang lebih cerah. Saya menaruh harapan yang besar terhadap calon-calon Ketum TC yang akan datang.
Adakah satu nama yang jadi jagoan anda? Atau kira-kira siapa yang bakal menang di pemilihan nanti?
Hahahaha

Apa harapan Anda untuk para warga TC?
Harapan saya untuk warga TC sekalian:
Pertama, jangan anggap TC itu tempat bermain saja, datang untuk pergi bukan datang untuk kembali. Anggaplah TC seperti rumah sendiri, meskipun tidak ikut bayar igar tidak apa-apa. hahaha
Kedua, anggaplah semua anggota TC itu ibarat saudara kandung kalian sendiri. Karena dengan begitu, chemistry antar warga akan terjalin dengan baik. sehingga tidak sungkan buat curhat, main PS, nonton film bareng.
Ketiga, tingkatkan solidaritas secara terus menerus antar warga TC, seperti meramaikan acara yang diadakan TC setiap minggu dan bulannya, serta menjaga keindahan dan kebersihan sekretariat TC tercinta.
Untuk pengurus TC berikutnya, apa saran yang ingin Anda sampaikan?
Saran saya untuk pengurus TC berikutnya yaitu pengurus tahun depan harus lebih solid, amanah, bertanggung jawab dari pengurus-pengurus sebelumnya, terlebih sadar dan peka akan lingkungan sekitar TC.
Selanjutnya teman-teman pengurus yang akan datang harus melihat keadaan TC, sehingga proker-proker yang dicanangkan tepat sasaran dan dapat terealisasi. Tapi yang terpenting dari itu semua adalah tanggung jawab teman-teman pengurus.
Apa yang Anda lihat pada TC di masa yang akan datang?
Dengan banyaknya alumni Tebuireng dan sekitarnya yang datang satu persatu, saya yakin TC ke depannya akan menjadi organisasi yang solid, terlebih bisa menjadi tauladan dari segi ilmiah dan non ilmiah bagi organisasi-organisasi yang ada di lingkup Masisir.
Apa resolusi yang ingin Anda capai setelah menjadi demisioner Ketum TC?
Pastinya mengejar target lulus dari Universitas Al-Azhar, dengan berusaha belajar lebih giat lagi serta meningkatkan kualitas diri, insyaallah.
***

Semoga lulus dengan mulus pak ketua, terimakasih untuk satu tahun pengabdiannya.
Memang TC belumlah sebesar almamater tetangga, menjadi ketua almamater juga tak sebergengsi gubernur kekeluargaan, namun sebagai santrine Mbah Hasyim , ngurip-nguripi TC adalah ajang menanam kebaikan, yang kelak akan berbuah Keberkahan. Bagi siapapun nanti yang resmi menjadi Ketua TC, Kami ucapkan selamat berbuat baik. Lemah Teles Gusti Allah seng mBales.
Ps. Tulisan ini sekaligus menjadi salam perpisahan dari Kami, seluruh anggota Saung Gagasan periode 2020-2021. Terimakasih sudah menjadi pembaca setia tulisan-tulisan kami. Jabat erat!