Karya Alfan Yusuf Mustafa
Pada satu kecupan
Semilir angin memaksa masuk
Bercampur dengan nikotin
Seperti terisap dada membeku
Malam melangkahi batas gelap
Keningku mengerut
Memisahkan celah kelabu
Bukankah itu hanya langkah kaku?
Musim sudah berganti lagi
Tapi luka tak kunjung membaik
Tuhan yang merdu
Bukan hanya suka aku padaku
Juga duka aku untukku
Ayolah hati
Mari kita berdamai